Nafsu Cewe Binal Lagi Sange
Cerita Binal Dewasa

Bella, si penggagas ide untuk mendapatkan liburan yang berbeda dibandingkan liburan-liburan sebelumnya masih kebingungan untuk memilih pekerjaan yang cocok. Setelah berpikir cukup lama, Bella mengamati lauk yang sedang dimakannya. Ikan, pekerjaan kasar yang dipilihnya harus berhubungan dengan lauk yang paling ia sukai itu, pikir Bella.

Nafsu Cewe Binal Lagi Sange Jika berpikir tentang ikan, pastilah langsung kepikiran nelayan. Bella pun sudah memutuskan. Bella mengepak beberapa helai pakaiannya dan yang paling penting adalah uang dan kartu atm. Bella pergi ke daerah pantai yang pernah ia datangi. Waktu itu ia melihat beberapa nelayan di pantai tersebut. Tapi, Bella harus mencari nelayan dulu yang mau menerimanya untuk tinggal bersama. Bella pergi ke daerah tersebut. Tak lama kemudian, Bella telah sampai.

“permisi, Pak..”.

“iya, neng ?”.

“rumah Pak RT di mana yaa ?”.

“oh di sana, neng…neng lurus aja..abis itu belok kiri..”.

“oh..terima kasih ya, Pak..”.

“iya, neng..”. Bella segera turun dari mobilnya saat sudah sampai di depan rumah yang di tunjukkan bapak tadi.

“tok tok tok !!”.

“permisi !!”. Pintu pun terbuka, seorang ibu-ibu yang membukanya.

“permisi, Bu..saya mau ketemu Pak RT..”.

“adek ini siapa ya ?”.

“nama saya Bella, Bu..”.

“saya Endang, istrinya Solihin, Pak RT di sini, dek Bella ada keperluan apa ya ?”. Keduanya pun bersalaman.

“begini, Bu…saya lagi neliti kehidupan nelayan buat jadi bahan skripsi saya…saya mau minta izin ke Pak RT..”.

“oh begitu, dek Bella udah ada tempat nginap di rumah warga di sekitar sini ?”.

“itu dia, Bu..saya belum ada..makanya saya mau izin ke Pak RT sekalian minta tolong di cariin warga di sekitar sini..boleh, Bu ?”.

“oh boleh boleh, dek..ayo dek Bella masuk dulu..langsung ngomong sama bapak..”.

“iya, Bu..terima kasih..”.

“ayo dek, silakan duduk dulu..Ibu panggil Bapak dulu..”.

“iya, Bu..”. Tak lama kemudian, Endang keluar dengan seorang bapak-bapak.

“ini dek Bella ya ?”.

“iya, Pak..saya Bella..”.

“ada perlu apa ke sini ?”. Bella pun menjelaskan seperti apa yang dijelaskan ke Endang.

Cerita Dewasa Bella Si Gadis Nelayan

Meskipun Bella berbohong, tapi kata-kata yang keluar dari mulutnya mengalir dengan lancar.

“hmm…begitu ya, Dek..adek tunggu di sini sebentar..saya mau tanya warga yang mau dulu..”.

“maaf, Pak…saya jadi gak enak ngerepotin…”.

“gak apa-apa, Dek Bella…kalo gitu, saya pergi dulu yaa..”. Sambil menunggu, Bella mengobrol dengan

Endang di ruang tamu rumah Endang. Tak lama kemudian, Solihin sudah kembali.

“Dek Bella, ayo ikut Bapak..”.

“iya, Pak..Bu Endang, saya pergi dulu..”. Bella mengikuti Solihin yang berjalan melewati rumah-rumah warga yang sederhana.

Hampir semua warganya berprofesi sebagai nelayan sehingga rumah-rumah yang ada hampir sama.

“nah, Dik Bella..ini namanya pak Supri..”.

“Bella..”, ujar Bella sambil menyalami Supri dan tersenyum.

“Supri..”

“nah ini istrinya Pak Supri..namanya Bu Juju..”.

“Bella..”.

“Aminah..”.

“nah, Pak Supri..ini Bella yang tadi saya bicarakan..gimana ? boleh Dik Bella tinggal disini, Pak ?”.

“boleh..”.

“kalau ibu Juju?”.

“berapa lama Nak Bella mau tinggal?”.

“hmm..mungkin sekitar 1 minggu..paling lama mungkin 2 minggu..boleh ya, Bu, Pak ? saya janji deh bakal bantu-bantu n’ gak nyusahin..”, rayu Bella.

“iya, boleh, Nak Bella..”.

“makasih banget Bu Juju..”, ujar Bella, memeluk Juju.

“kalo Bapak ?”.

“iyaa, boleh, neng..”.

“makasih, Pak Supri..”. Bella hanya menyalami Supri.

“kalo begitu..besok saya mulai tinggal di sini..makasih ya Pak Solihin udah bantu saya..”.

“iya, Dek Bella…saya seneng bisa bantu…”.

Daftar Agen Judi Terpercaya

Nafsu Cewe Binal Lagi Sange Bella pun mengobrol dengan Solihin, Juju, dan Supri. Layaknya orang yang benar-benar sedang meneliti, Bella kadang melayangkan pertanyaan ke Juju dan Supri. Setelah rasanya cukup mengakrabkan diri kepada keluarga nelayan itu, Bella pun pamit untuk pulang karena baru besok dia akan pindah.

Rumah Supri benar-benar sederhana layaknya rumah-rumah nelayan seperti umumnya, namun bukan Bella namanya jika hanya gara-gara itu dia jadi mengurungkan niatnya. Gadis manis itu malah bersemangat dan jadi tak sabar, ingin tinggal bersama keluarga yang sederhana. Keesokan harinya pun, Bella kembali dengan sudah membawa kopernya.

“tok tok tok”.

“eh Nak Bella..silahkan masuk..”, suruh Juju.

“Pak Supri kemana, Bu ?”.

“lagi jemput Didit sama Indah di sekolah..”.

“oh, anak-anak Ibu biasa pulang jam segini ya ?”.

“iya, nak…ayo, Nak diminum dulu..”.

“aduh si Ibu..pake repot-repot..makasih ya, Bu..”.

“Nak Bella..sini ikut Ibu..”.

“iya, Bu..”. Bella mengikuti Juju masuk ke kamar yang hanya tertutup dengan kain saja, tak ada pintu.

“nah, Nak Bella nanti tidur di sini bareng Ibu sama Indah..”.

“lho ? Bapak Supri nanti tidur dimana ?”.

“nanti biar Bapak tidur sama Didit..”.

“tapi Bapak gak apa-apa, Bu ?”.

“gak apa-apa…Ibu udah ngomong sama Bapak..”.

“oh..makasih yaa, Bu..”.

“baju-bajunya Nak Bella taruh di lemari ini aja..”.

“iyaa, Bu..”.

Bella memasukkan baju-bajunya yang ada di koper ke dalam lemari. Juju mengajak Bella keliling rumah, menunjukkan dimana dapur dan kamar mandinya. Bella benar-benar prihatin, lantai dapurnya dari pasir. Kamar mandinya juga memprihatinkan, hanya seperti sebuah bilik. Tak lama kemudian, Supri, Indah, dan Didit pulang dari sekolah.

“kakak ini siapa, Bu ?”, tanya Indah.

“mmm..ini..”, Juju kebingungan bagaimana menjelaskan ke anaknya yang masih kecil itu.

“kakak ini temen adiknya Ibu..”.

“terus kakak di sini mau apa ?”.

“ya kakak bantu-bantu aja di sini…”.

“oh…”.

“udah sana..ganti seragamnya…ayo kamu juga, Dit..”.

“iyaa, Bu..”. Indah dan Didit pun masuk ke dalam kamar dan langsung keluar lagi dengan pakaian yang agak lusuh.

Didit pun langsung keluar untuk bermain. Sementara Indah penasaran dengan orang asing yang ada di rumahnya.

Cerita Mesum Bella Si Gadis Nelayan

“kakak, kakak..”.

“iyaa ?”.

“nama kakak siapa ?”.

“nama kakak, Bella…nama kamu Indah kan ?”.

“iya, kak…kakak tinggal di mana ?”.

“di daerah Jakarta…”.

“oh…terus kakak kelas berapa ?”.

“kakak udah gak sekolah, sayang…kakak kuliah..”.

“apa, kak ? kul..kuliah yaa, kak ? kuliah itu apa, kak ?”.

“iyaa..kuliah itu…hmm..kamu sekarang kelas berapa ?”.

“kelas 5 sd, kak..”.

“nah kamu tau kan ada SMP abis itu SMA ?”.

“iyaa..”.

“nah kuliah itu habis SMA..”.

“oooh…wah berarti kakak pinter banget dong ? ajarin Indah ngerjain pr dong ?”.

“ayoo..mana sini prnya..tapi Indah yang ngerjain yaa..kakak cuma ngajarin doank lho..”.

“iyaa dong, kak..”.

Baca Juga Kisah Sex indo : Ngentod Dengan Janda Penjaga Warung

Supri dan Juju tersenyum, belum ada sehari tapi Bella sudah membantu anak mereka mengerjakan pr. Bella kagum dengan Indah, cuma sekali di ajari, dia langsung bisa. Pasti gedenya pinter nih anak, pikir Bella.

Secara diam-diam, Supri memperhatikan Bella. Sebagai lelaki normal, Supri tertarik dengan Bella.

Dibandingkan istrinya, Bella jauh lebih cantik dan manis dan tentu tubuh Bella lebih menggiurkan daripada Juju. Tubuh gadis muda itu terlihat begitu padat dan montok, pantatnya sekal, dan kedua kemasan susunya juga sangat menggiurkan, tak heran kalau Supri sering salah tingkah jika berhadap-hadapan dengan Bella sebab pikiran-pikiran jorok tentang Bella selalu mampir ke otak Supri.

Tapi, Supri tidak tahu sifat asli Bella, si gadis manis yang terlihat kalem itu. Dalam waktu sehari saja, Bella bisa mengakrabkan diri dengan keluarga barunya. Didit juga sudah lumayan akrab dengan Bella. Di antara 3 temannya yang lain, memang Bella yang paling jago bersosialisasi dengan orang lain. Bisa dibilang, Bella adalah cewek yang easy going dan asik.

“Pak Supri..”.

“iya, neng ?”.

“Pak Supri kalau pergi ke laut, jam berapa berangkatnya, Pak ?”.

“ngelaut ? jam 5 pagi, neng…kenapa, neng ?”.

“saya mau ikut dong, Pak ?”.

“ikut ? kok neng mau ikut ? buat apa, neng ?”.

“ya buat jadi bahan skripsi saya, Pak…saya mau tahu caranya nelayan pas lagi nangkep ikan, Pak…”.

“oh begitu..tapi neng Bella bisa gak bangun pagi ?”.

“bisa, Pak..tenang aja..boleh ya, Pak ?”.

“iyaa boleh, neng…”.

Bagaimana Supri bisa menolak, pergi ke laut untuk menangkap ikan ditemani gadis manis, tentu tidak akan bosan. Bella terbangun karena ingin buang air kecil. Kebiasaan buruknya sejak kecil memang belum bisa hilang. Dengan sangat hati-hati, Bella turun dari tempat tidur agar tidak membangunkan Juju dan Indah yang tidur di sampingnya.

Bella berjalan ke kamar mandi dengan menyalakan fitur senter di hpnya untuk menerangi jalannya karena lampu petromax yang menyala tidak terlalu terang. Supri keluar dari kamar Didit karena sudah jam 4.30 pagi. Supri menyiapkan jalanya, melipatnya dengan rapi agar tidak kusut nanti saat dilempar. Dia dengar ada suara dari arah kamar mandi.

Dia pun berjalan ke arah kamar mandi untuk mencari tahu ada apa. Dia tahu ada orang di dalam kamar mandi, Supri sengaja tak bersuara karena siapa tahu yang sedang di kamar mandi adalah Bella. Supri mengintip dari celah-celah bilik kamar mandi yang terbuat dari bambu itu. Supri sumringah, dewi fortuna sedang berpihak padanya. Orang yang ada di dalam kamar mandi memang benar Bella yang sedang jongkok.

“ccrrr…”, bunyi air yang jatuh ke dalam wc. Mata Supri pun tak berkedip, menikmati pemandangan yang ada di depan matanya.

“hhh !!”, nafas Supri menjadi cepat ketika melihat Bella mengobel-ngobel vaginanya sendiri.

“ah !! akhirnya lega juga..”, ujar Bella setelah selesai mengeluarkan sisa-sisa air seninya dari liang kewanitaannya.

Pandangan Supri tertuju ke daerah intim Bella yang terlihat jelas ketika Bella berdiri. Tak ada rambut yang menutupi daerah segitiga Bella. Jelas sekali bagi Supri untuk bisa melihat bentuk vagina

Bella. Supri menelan ludahnya sendiri, nafsu sekali melihat lembah kewanitaan milik Bella. Bibir vagina Bella terlihat begitu rapat, pastilah sempit dan hangat di dalamnya, begitu yang dipikirkan Supri. Supri langsung ngibrit begitu Bella akan keluar kamar mandi.

“eh Pak Supri udah bangun ?”.

“i..iya, neng..”.

“udah biasa bangun jam segini ya, Pak ?”.

“i iya, neng..”.

“Bapak mau berangkat sekarang ?”.

“i..iya, neng…”.

“kalo gitu saya siap-siap bentar ya, Pak…”. Bella mencuci mukanya agar lebih segar dan merapikan rambutnya.

“ayo, Pak…”. Bella dan Supri berjalan menuju pinggir laut. Supri masih terbayang-bayang dengan selangkangan Bella tadi.

Ada sebuah perahu yang tidak bagus namun cukup besar. Ada 2 orang pria yang berada di dekat pria itu.

“eh, Pri…siapa tuh cewek cakep ?”.

“kenalin…ini namanya Bella, mahasiswi dari Jakarta..”.

“Jaka..”.

“Untung..”.

“Bella..”, balas si gadis manis sambil tersenyum dan bergantian menyalami tangan kedua pria berkulit hitam itu.

“neng Bella ngapain ke sini ?”.

“saya dapet tugas dari kampus disuruh cari tahu tentang kehidupan nelayan..makanya saya ikut Pak Supri ke laut…”.

“jadi neng Bella mau ngelaut bareng kita nih ?”.

“iyaa, Pak Jaka, Pak Untung..boleh kan saya ikut ?”.

“ya boleh dong, neng…”, dua pria itu tersenyum. Jaka, Untung, dan Supri menaruh jalanya di dalam perahu.

“ayo, neng Bella naik…”.

“iya, Pak…”. Belum terbiasa naik ke kapal yang sudah mengambang di air, Bella pun limbung dan akan jatuh ke belakang.

Dengan refleks cepat, Supri langsung menahan tubuh Bella dengan menggunakan tangan kanannya untuk menahan punggung Bella sementara tangan kirinya menahan pantat Bella.

“ma..ma..af, neng…”, ujar Supri langsung takut Bella marah karena telah memegang pantatnya.

“gak apa-apa, Pak…tadi kan Bapak nolongin saya..”, jawab Bella ditambah dengan senyumannya yang manis. Supri jadi agak tenang.

“hati-hati neng, naiknya..”.

Cerita Hot Bella Si Gadis Nelayan

Dengan berpegangan pada Supri, Bella bisa naik ke atas perahu dengan mudah. Setelah itu, Supri, Jaka, dan Untung mendorong kapal lebih ke laut sebelum naik ke atas kapal.

Mesin perahu pun dinyalakan. Jaka yang mengendalikan mesin sementara Untung dan Supri menyiapkan jala. Jaka pun memandangi lekuk-lekuk tubuh Bella dari belakang.

“ckck…”, decak Jaka sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Andai saja punya istri seperti ini, pasti malas untuk mencari ikan, inginnya di ranjang terus, pikir Jaka. Perahu pun berhenti, Jaka, Untung, dan Supri mengambil jala mereka masing-masing. Setelah di urai agar tidak kusut. Jaka melemparkan jalanya ke bagian samping kanan perahu sementara Untung ke bagian kiri dan Supri ke bagian depan.

“oh iya, Pak…ini perahu punya siapa ?”.

“oh ini perahu punya kita betiga, neng..”.

“oh punya bertiga…patungan gitu ceritanya ?”.

“iyalah, neng…kalo buat perahu sendirian mahal…”.

“oh iyaa juga yaa…”. Bella pun menyaksikan 3 nelayan itu melempar jala, menariknya, dan menuang ikan ke dalam perahu lalu melempar jalanya lagi.

Bella pun merekam semua kegiatan 3 nelayan tersebut dengan handycam mahalnya. Handycam yang tahan air. Selesai sudah melaut hari itu, matahari sudah lumayan tinggi bersinar.

“wah ikannya banyak juga yaa, Pak…”.

“segini malah sedikit, neng..biasanya lebih banyak…”.

“oh..saya kira segini udah banyak..”.

“belum, neng…kalo cuma segini..biasanya nanti siang ngelaut lagi..”, jelas Jaka.

“oh..nanti siang saya boleh ikut lagi kan, Pak ?”.

“pasti boleh lah, neng…kan lumayan bisa nambah semangat..hehe..”, canda Untung mulai menggoda Bella.

“ah, Pak Untung bisaa aja niih…”. Mereka pun kembali ke pinggir laut.

Supri beserta 2 kawannya melabuhkan perahu mereka.

“neng Bella pulang aja duluan…kita bertiga mau bawa ikan ke pasar dulu..”.

“oh ya dah, Pak…Pak Jaka, Pak Untung…Bella pulang duluan yaa..”.

“oh iyaa neng…”. Bella pun berjalan ke rumah Supri.

“dari laut yaa, Nak ?”, tanya Juju yang melihat Bella berjalan.

“iyaa, Bu…rasanya capek juga yaa, Bu…padahal saya tadi gak ngapa-ngapain…”.

“yaa namanya juga Nak Bella belum biasa…”.

“mungkin juga kali yaa, Bu…”.

“yaudah, Nak Bella istirahat dulu abis itu Nak Bella mandi…”.

“iyaa, Bu…”. Setelah mandi dan berganti pakaian, Bella pun keluar dari rumah.

“sini, Bu…saya bantuin jemur pakaiannya…”.

“makasih, Nak…”. Bella pun mengobrol dengan Juju sehabis menjemur, tak lama kemudian Supri pulang.

Pagi pun berganti menjadi siang hari yang terik. Kedua anak Supri telah pulang dari sekolah dan telah berganti pakaian.

“ayo semua, kita makan…”.

“maaf nih, Nak Bella…hari ini cuma ada ikan asin, tumis kangkung sama tempe goreng doang..”.

“gak apa-apa, Bu…saya malah seneng banget…”.

Bella pun membuktikan perkataannya. Dengan lahap, Bella memakan nasi dengan lauk yang tersedia. Juju tersenyum senang, tak disangka olehnya, mahasiswi kaya itu kelihatan lahap sekali makan hanya dengan ikan asin dan tumis kangkung yang dibuatnya. Kirain semua orang kaya sombong, gak mau makan beginian, pikir Juju. Setelah makan, Bella membantu Juju membersihkan piring-piring. Sementara, seperti biasa Didit pergi ke luar untuk bermain bersama teman-temannya.”Bapak…mau ke laut lagi kan ?”.

“kayaknya gak jadi, neng..”.

“lho ? kenapa, Pak ? bukannya tadi ikannya kurang banyak ?”.

“tadi pas lagi di jalan ketemu orang dari restoran…beli semua ikan…lebih mahal daripada di jual di pasar…”.

“waah…beruntung dong, Pak hari ini…”.

“iyaa, neng…”.

“kalo gitu…gimana kalo saya ngajak Indah naik perahu Bapak…”.

“iya boleh, tapi neng..”.

“bahan bakarnya ? tenang aja, Pak…saya beliin deh…”.

“iya, neng…”. Bella memberi uang ke Supri yang langsung keluar rumah.

“Indah, mau nggak jalan-jalan sama kakak naik perahunya Bapak ?”.

“wah, mau ! mau ! mau, Kak…”.

“yaudah..kamu siap-siap gih sana…”.

“iya, Kak…”.

Mereka berdua pun menuju ke perahu dimana Supri sudah selesai mengisi bahan bakar perahunya. Mereka bertiga menikmati pemandangan laut. Indah dan Bella begitu akrab bagai kakak-adik malah seperti ibu-anak. Supri masih terngiang-ngiang dengan memori tadi pagi. Andai aja neng Bella jadi bini gue, pikir Supri.

Memang, Bella tidak terlalu cantik seperti 3 temannya, tapi wajahnya lumayan manis, tubuhnya pun cukup padat berisi, belum lagi Bella mempunyai inner beauty karena keramah-tamahannya dan easy-going, enak diajak ngobrol membuat daya tarik tersendiri bagi Bella. Puas menikmati keindahan laut, mereka bertiga pulang ke rumah. Bella benar-benar senang sekali, keinginannya terpenuhi, menikmati keindahan laut, meskipun ada satu lagi keinginannya yang belum atau kemungkinan besar tidak akan terpenuhi.

Indah dan Bella sama-sama tidur setelah sampai di rumah. Juju sedang keluar rumah sehingga tinggal Supri yang sedang ngaso di depan rumah. Terngiang-ngiang akan pemandangan selangkangan Bella, pikiran nakal singgah di otak Supri. Supri mengintip ke kamar istrinya, Bella masih tidur pulas bersama Indah. Supri berjalan ke luar rumah menghampiri jemuran istrinya.

Supri mencari pakaian Bella yang ada di jemuran. Supri ingin mencari celana dalam atau setidaknya bra yang digunakan Bella. Supri keheranan dan kebingungan, dia tak menemukan cd ataupun bh Bella. Yang ada cuma baju atau celana 3/4 milik Bella. Jika ada celana dalam, paling itu punya Juju. Terbesit 2 jawaban di otak Supri. Bella tidak ganti celana dalam atau bh selama 2 hari atau 2 hari ini Bella tidak pernah memakai bh dan celana dalam. Membayangkan jawaban kedua, timbul tonjolan di celana Supri. Supri membayangkan lebih jauh, dirinya membayangkan Bella tak mengenakan apapun saat melaut. Pastilah begitu indah melihat keseksian tubuh telanjang dari gadis muda nan cantik seperti Bella di atas perahu.

“heh…Bapak ngapain ngeliatin jemuran ?”, tanya Juju.

“nggak, Bu…Bapak ngecek udah kering apa belum ?”.

“oh..neng Bella udah bangun, Pak ?”.

“belum, masih tidur sama Indah…”.

“oh..”. Hari itu pun berlalu seperti biasa.

Keesokan paginya, seperti pagi kemarin, Bella dan Supri sudah siap untuk melaut. Supri agak terkejut melihat Bella yang memakai kaos putih. Kaos putih membuat payudara Bella lebih ‘jelas’. Apalagi, Supri melihat ada tonjolan kecil tepat di bagian dada Bella.

“kenapa, Pak ?”.

“nggak, neng…”, Supri langsung memalingkan wajahnya karena tertangkap basah oleh Bella melirik ke bagian dadanya.

“ayo, Pak..kita berangkat yuk..”.

“eh bapak-bapak…udah pada di sini yaa…”, sapa Bella yang baru datang bersama Supri.

Mereka pun langsung melaut.

“Pak…saya mau nyoba dong…”.

“neng bisa ?”.

“saya mau nyoba aja, Pak..”.

“yaudah..nih, neng..”. Bella melempar jala, mendiamkannya.

“nah neng..sekarang tarik jalanya…”.

“mmmpphh !!!”, Bella menarik jala yang sekarang jadi berat.

“aduh beraat, Pak !!”.

“sini, Bapak bantuin…”. Untung meraih ke bawah untuk menggenggam jala dan membantu Bella menarik jala.

“wah ikannya banyak, Pak…”, ujar Bella kegirangan.

“iya neng..mentang-mentang cewek cakep yang ngelempar jala..ikannya pada banyak yang masuk jala…”.

“ah Pak Untung bisa aja…”. Untung pun mengeluarkan ikan dari jala.

“lagi ah, Pak…”. Bella melempar jala lagi. Kali ini, jalanya lebih berat dari sebelumnya. Bella pun menarik dengan sekuat tenaga. Kaki Bella mencari pijakan yang kuat, tapi salah menapak.

“byurr !!!”. Bella pun tercebur ke dalam air. Dengan sigap, Supri meloncat ke dalam air. Untung dan Jaka membantu Bella naik lagi ke atas perahu.

“neng Bella gak apa-apa ?”.

“nggak apa-apa, Pak..tadi cuma kepleset aja kok…”.

“gleek…”. Jaka dan Untung meneguk ludahnya sendiri.

Kaos putih polos yang dikenakan Bella kini menjadi transparan karena basah terkena air sehingga terlihatlah daging kembar milik Bella oleh Jaka dan Untung.

Bukannya tidak sadar, Bella justru sadar sekali Jaka dan Untung sedang memandangi payudaranya, tapi Bella malah menengok ke belakang dan menaruh tangannya di pantatnya sendiri.

“yah basah deh celana tinggal satu-satunya…”. Karena Bella melihat ke arah pantatnya, otomatis dadanya jadi semakin membusung ke depan, tepat ke hadapan Jaka dan Untung.

“Pak Supri, sini saya bantu…”. Bella merunduk, pantatnya mengarah ke Jaka dan Untung.

Benar dugaan Supri, Bella tak memakai bra. Supri bisa melihat dengan jelas ‘kemasan susu’ Bella melalui lubang leher kaosnya. Bella merasa begitu liar, begitu nakal. Kedua buah payudaranya sedang diintip Supri dari depan sedangkan pantatnya sedang diamati dengan seksama oleh Jaka dan Untung. Tiba-tiba dua tangan menyelinap dari belakang Bella, menampung 2 daging empuk Bella yang menggantung itu dan langsung meremasinya. Spontan, Bella langsung berdiri tegak dan melihat ke belakang, ternyata Untung.

“Pak Untung ! STOP !!!”, nada Bella kencang sambil berusaha keras menjauhkan kedua tangan Untung dari payudaranya.

Tapi, tangan Untung tetap kokoh menggenggam dada Bella. Meremasinya dengan sangat bertenaga sehingga Bella agak kesakitan. Untung sengaja melakukan itu agar Bella tahu siapa yang berkuasa dan menegaskan bahwa payudaranya sudah dikuasai. Tiba-tiba, Jaka sudah berdiri di samping Bella. Tangannya langsung menangkup daerah selangkangan Bella. Bergerak perlahan mengelus-elus vagina Bella bagai mengelus kucing (pussy) untuk dimanja.

“tenang aja, neng Bella…kalo neng Bella pasrah..neng Bella juga bakalan enak, kok..hehe”. Sebenarnya, Bella hanya berakting saja.

Batinnya malah berteriak minta vaginanya disodok secepatnya. Inilah fantasi liar Bella yang tak pernah terpenuhi. Berhubungan intim di atas perahu adalah hal yang sangat liar bagi Bella yang ternyata memang eksibisionis sejati. Kaos Bella yang basah bisa dirobek Untung dengan mudahnya dan langsung kembali meremas-remas payudara Bella yang empuk dan sesekali memilin, menarik, dan memencet-mencet kedua puting Bella.

Melihat temannya yang sudah beraksi, Jaka tak mau kalah. Dibukanya kancing dan resleting celana 3/4 yang dikenakan Bella lalu langsung memelorotinya ke bawah. Supri dan Untung terkejut sama seperti Jaka saat melihat vagina Bella. Ternyata, Bella juga tak memakai celana dalam.

“wah neng Bella juga gak pake kancut…kayaknya neng Bella emang udah tau bakal kita pake nih..gakgakgak !!!”, ejek Jaka.

Jaka pun langsung meremas-remas lembah kewanitaan Bella dengan penuh nafsu. Jari-jarinya menari di sekitar bibir vagina mahasiswi manis itu.

“jaangaannnnhhhh, Pakkhhh !!!”, lirih Bella yang sudah tak kuasa merasakan hawa nafsunya yang semakin terpancing karena tiga titik vitalnya sedang dirangsang oleh 2 nelayan itu.

Jaka pun jongkok di depan Bella yang masih dipeluk dan diremasi payudaranya oleh Untung dari belakang karena Jaka ingin sekali melihat vagina Bella dengan jelas.

“ckck…”, decak Jaka.

“memek cewek cakep emang beda…hehe…bikin ngiler..wehehehe !!”, pujian sekaligus ledekan keluar dari mulut Jaka yang sedang asik mengusap-usap vagina Bella.

“aaahhhh….”, lirih Bella, tubuhnya bergetar-getar saat Jaka mulai memainkan klitorisnya sekaligus mengaduk-aduk liang vaginanya.

Jaka dan Untung semakin gemas dengan Bella sehingga aktivitas mereka pun semakin menggila. Bella tak kuasa lagi, dia hanya bisa mendesah dan melirih nikmat sambil menggeliat-geliat. Bella pasrah kedua payudaranya diremasi Untung dengan nafsunya, dan vaginanya habis dikobel-kobel oleh Jaka. Untung menjilati kuping kanan Bella karena saking ‘gemas’nya dengan tubuh montok Bella. Supri yang berada di depan Bella hanya bisa terdiam melihat dua buah payudara Bella berada di genggaman tangan Untung sedangkan vagina Bella tak terlihat karena tertutup kepala Jaka yang sedang asik menjilati kemaluan Bella.

“Paaakhh…Suuppriihhhhh…”, lirih Bella sambil memandang ke Supri dengan pandangan mata yang sayu dan ekspresi wajah yang terlihat sedang di mabuk birahi.

Burung Supri pun sebenarnya sudah ingin keluar dari sarang, tapi Supri masih bingung harus berbuat apa.

Mendengar desahan Bella, Untung pun berkomentar.

“tuh Pri…udah dipanggil…”. Tengah terjadi perang batin di dalam hati Supri antar nafsu dan nurani.

Tapi, panggilan Bella tadi memang bukan panggilan minta tolong. Justru Bella ingin Supri agar ikut menggerayangi tubuhnya. Bella sudah sangat bergairah, tak menyangka fantasi liarnya sedang proses terwujud.

“terusssss….ooohhhh…”, desis Bella menekan kepala Jaka ke selangkangannya.

Lidah Jaka dengan lihainya menyapu setiap jengkal dari daerah kewanitaan Bella dan melata-lata di dalam rongga vaginanya.

“aaaahh…aaahhh…AAAKKHHH !!!”.

Mulut Jaka bagai vacuum cleaner yang menyedot habis cairan vagina Bella. Dengan sapuan terakhir, lidah Jaka membelai dari bawah bibir vagina Bella sampai ke klitorisnya.

“gimana, Jak rasa memek mahasiswi caem ?”.

“uenak tenan, rek…gurih kayak santen…”.

“kalo gitu..neng Bella, Pak Untung juga minta santennya yaa ? hehehe”.

Untung membalikkan Bella sehingga berhadap-hadapan dengannya.

“mmpphhhhhh….”. Untung langsung menyambar bibir halus Bella tanpa basa-basi.

Dengan nafsunya, Untung memagut, mengemut bibir Bella dan menjilati wajahnya sehingga sekarang yang tercium di hidung Bella hanya bau jigong Untung saja. Lidah Untung pun mendesak masuk ke dalam rongga mulut Bella yang terbuka karena Bella mencari udara. Betapa kagetnya Untung saat merasakan perlawanan dalam rongga mulut Bella.

Rupanya Bella pun memainkan lidahnya. Untung memandang wajah Bella, namun Bella memejamkan matanya, terlihat begitu menikmati ciuman. Dalam hati, Untung merasa senang. Rupanya, mahasiswi manis ini memang ingin diperkosa dan disetubuhi. Bosan dengan bibir atas Bella, Untung langsung pindah ke ‘bibir’ Bella yang lainnya.

“nyymmmm…heemmhh…wuuueenaaakk !!!!”, celoteh Untung menikmati ‘rasa’ dari celah sempit pada tengah-tengah selangkangan Bella.

“eeemmmhhh teerruusshh Paaakkhhh !!”, ungkap Bella yang semakin memajukan pinggulnya seolah ingin menyajikan vaginanya kepada Untung.

Untung pun menarik pinggang Bella ke arahnya sehingga wajah nelayan jelek itu semakin menempel dan semakin terbenam di selangkangan mahasiswi manis itu. Orgasme didapatkan Bella lagi, Untung pun sibuk menyeruput ‘sari’ vagina Bella yang sedari tadi memang sudah ditunggu-tunggunya.

“rasanya gurih tenan !! hahaha !!!”. Untung mencolek bibir bagian dalam vagina Bella lalu memasukkan jarinya yang basah dengan cairan vagina itu ke dalam mulut Bella.

“gimana, neng Bella ? enak kan rasa memeknya ? gehehe !!!”.

Bella memang tak menjawab, tapi dia mengulum jari Untung.

“neng Bella..kenapa kemaren gak bilang sih kalo memeknya rasanya enak banget. ya nggak, Tung ?”, bisik Jaka dari belakang Bella.

“iye..bener tuh..wahahaha !!”. Tangan Jaka beralih untuk ‘mengusik’ selangkangan Bella.

“eh Supri…mao nyobain memek neng Bella juga kagak ?”. Jaka mengajak Bella berputar sehingga sekarang

Supri bisa melihat tubuh Bella lagi yang tadi tertutup badan Jaka.

“jangan malu-malu, Pri…kapan lagi lo bisa ngerasain memek kayak gini ?”, Jaka membuka dan melebarkan bibir vagina Bella.

Bella benar-benar merasa begitu bergairah melihat kedua mata Supri yang sangat terfokus pada vaginanya. Bella memang suka sekali jika ada yang memandangi tubuhnya, membuat Bella merasa seksi dan semakin bersemangat memperlihatkan lekuk tubuhnya. Apalagi saat ini dia telanjang bulat di depan 3 pria dengan tatapan mata yang sangat lapar. Benar-benar begitu liar yang dirasakan Bella. Sejak dulu, Bella memang suka sekali kalau ada yang memperhatikannya.

Saat Bella masih kelas 2 SMP, Bella pernah jatuh terjerembab ke belakang karena terkena bola basket.

Posisi Bella jatuh dengan kaki yang mengangkang, roknya pun tersingkap ke atas. Alhasil, teman-temannya yang sedang bermain basket melihat celana dalam Bella dengan jelas. Bella langsung berdiri dan lari dengan wajah yang merah karena sangat malu. Bagaimana tidak malu, mungkin ada sekitar 10 anak laki-laki yang melihat celana dalamnya.

Tapi, kejadian itu adalah awal mula munculnya sifat eksibisionis di dalam diri Bella. Semenjak itu, Bella sangat menyukai rasa dag dig dug dan rasa malu yang dirasakannya saat tahu kalau ada pria yang memandangi tubuhnya. Dan pada kelas 3 SMP, Bella sudah mulai meninggalkan yang namanya bra dan cd sampai sekarang. Bella hafal betul dengan jadwal mensnya agar tahu kapan harus memakai celana dalam.

“neng Bella…boleh kan si Supri ngerasain memek neng juga ?”.

“iyaaaa…”, jawab Bella sambil mengangguk pelan.

“tuh, Pri…udah di ijinin…”. Tak ragu-ragu lagi, Supri langsung jongkok dan menyantap vagina Bella dengan rakus seperti orang kesetanan, kerasukan setan nafsu.

“ooohhh oouuuhhh aaahhhh”, desah Bella menggeliat-geliat hebat dan menekan kepala Supri ke selangkangannya sendiri kuat-kuat.

Bella terengah-engah, tubuhnya bermandikan keringat, desahannya menandakan kalau dia sedang larut dalam kenikmatan yang teramat sangat. Sambil terus meresapi kenikmatan yang sedang dirasakannya, Bella melihat ke bagian bawah tubuhnya yang disantap habis-habisan oleh Supri.

Bella tak menduga sama sekali, serangan lidah Supri akan begitu dahsyat seolah-olah Supri sudah tahu bagian mana yang harus disentuh, dijilat, dan disentil dengan lidahnya itu. Lidah Supri begitu lincah membelai daerah kewanitaan Bella sehingga membuat pemiliknya begitu keenakan sampai terengah-engah dan mengerang lepas.

“Tung..bawa kite ke pulo yang waktu ntu…gak enak kalo ngentot di kapal..”, ujar Jaka kepada Untung sementara kedua tangannya tetap saja asik meremasi kedua payudara Bella.

“seph daah..”. Tak lama, perahu pun melabuh di pinggir pantai.

Hanya terlihat hutan dan pohon-pohon tinggi. Kedua kaki Bella terasa lemas, tak dapat menopang tubuhnya sendiri karena Supri membuatnya orgasme sebanyak 2x. Jaka turun dari perahu duluan, Supri menggendong tubuh telanjang Bella dan memberikan Bella ke Jaka. Jaka mendudukkan Bella di atas pasir dan berdiri di depannya, dan melepas celana. Dengan kasarnya, Jaka membenamkan wajah Bella ke selangkangannya yang bau apek itu.

“ayo neng Bella !! sepongin kontol gue !!!”. Bella menggenggam penis Jaka dan mendekatkan tongkat itu ke mulutnya. Lidah Bella menjulur keluar untuk menyambut kepala penis Jaka.

“jilat neng kayak permen !”. Lidah Bella pun menjalari sekujur batang kejantanan Jaka yang membuat sang pemilik gemetar keenakan.

“ooohhh !!”, Jaka merinding keenakan.

Batang, pangkal batang, dan buah pelirnya terkena sapuan lidah Bella berkali-kali. Pangkal paha Jaka pun juga dijilati Bella. Selangkangan Jaka basah kuyup oleh air liur Bella yang semakin asik mengulum batang Jaka. Bella mengulum, menghisap, dan menyedot ‘perkakas’ Jaka bersama ‘kantung’nya juga.

“neng Bella..masa si Jaka doank yang di sepong ? kita juga mau…hehehe”, ejek Untung sambil menuntun tangan kanan Bella ke penisnya yang sudah ‘bebas’.

Bella pun mulai menggerakkan tangan kanannya. Bella melirik ke arah kiri dan melihat Supri juga sudah tak memakai celana. Tanpa perlu dituntun, tangan kiri Bella langsung menggenggam penis Supri dan mengocoknya. Bella bagai ikan yang sedang sibuk dengan 3 kail pancing saja.

Di antara 3 batang yang ada, punya Supri yang paling lama dioral Bella. Bahkan hanya batang Supri yang diciumi mesra oleh Bella sebelum dikulum. Lama menunggu, Jaka dan Untung langsung menjejalkan penisnya ke mulut Bella sehingga 3 ‘pentungan’ itu saling beradu dan berjejalan di depan mulut Bella. Bella menjulurkan lidahnya keluar dan menggerakkan lidahnya untuk mengenai 3 ujung penis yang tersodor di hadapannya.

“ayo, neng…sekarang tiduran…”. Bella tidur terlentang dan menekuk kedua kakinya dan melebarkan kakinya seolah sudah bersiap diri akan ‘dipakai’ oleh 3 nelayan itu.

3 pria itu pun memandangi vagina Bella yang tertutup pasir karena selangkangan Bella basah oleh air liur Supri, Jaka, Untung tadi sehingga pasir pun menempel. Untung dan Jaka langsung berebutan dan saling dorong, dan Untung lah yang keluar sebagai pemenang.

“neng…numpang nyelipin kontol donk..hehehe…”. Ujung ‘tombak’ Untung pun sudah bersentuhan dengan bibir vagina Bella.

“eemmmmm….”, gumam Bella merasakan benda tumpul masuk ke dalam rahimnya. Batang kejantanan

Untung terus masuk dan masuk membuat sela-sela bibir vagina Bella melebar untuk menyesuaikan dengan diameternya. Pria tua dan gadis muda itu ‘tersambung’ oleh alat kelamin mereka yang saling mengunci.

“sempit banget !! mantaabbhh !!!”, teriak Untung merasakan betapa sempit dan hangatnya liang kewanitaan Bella.

Si pria tua itu begitu keenakan, penisnya bagai dijepit kuat dan diurut-urut oleh dinding vagina si gadis muda. Untung mulai menggenjot vagina Bella.

“uummhh…aahhh…oouuuhhh !!!”, berbagai macam bunyi suara keluar dari mulut Bella.

Jaka mengangkang di perut Bella, meletakkan penisnya di belahan payudara Bella. Jaka pun merapatkan kedua buah payudara Bella untuk menjepit penisnya.

“enaak jugaa !!! angeetthh !!”. Jaka mulai memompa payudara Bella. Pucuk penis Jaka pun kadang menyentuh dagu Bella.

“oohhh oohhh mmmhhh yeeessshhh !!!! ooooohhhhh !!!!”, erang Bella tenggelam dengan kenikmatan.

Untung terus menumbuk vagina Bella dengan penuh nafsu, beda sekali dengan punya istrinya. Vagina Bella terasa begitu sempit, hangat, dan peret, nikmat sekali rasanya.

“giilaa !! maanteebb !!!”, teriak Untung lepas.

“eenngghhh hhemmhhh !!!”. Bella mengejang, kedua kakinya melingkar erat di pinggang Untung.

Untung pun diam menikmati penisnya seperti disiram air hangat, nyaman sekali rasanya.

“dikiitttt lagii !!”. Gerakan Untung semakin cepat.

Hujaman-hujaman penisnya semakin cepat, semakin kuat, dan semakin bertenaga. Nafas 2 manusia itu saling memburu, desahan semakin lepas seperti pelari yang sebentar lagi akan finish. Untung buru-buru mengeluarkan batang kejantanannya itu dan mengarahkannya ke wajah Bella.

“OOOKKHHHHHHH !!!”.

“crrrrrt crrtttttt !!”. Semburan sperma menerpa wajah Bella beberapa kali.

Mata Bella refleks menutup ketika semprotan sperma akan mengenai matanya lalu memukul-mukulkan penisnya ke wajah Bella.

“neng Bella tolong dibersihin dong…belepotan nih…”. Tanpa ragu-ragu, Bella memiringkan tubuhnya dan menggenggam penis Untung.

Dijilatinya batang kejantanan Untung dengan penuh seksama, sesekali diurut dari pangkal hingga ke kepalanya untuk mengeluarkan tetes terakhir dari sperma Untung yang mungkin masih tersisa di lubang kencing milik Untung.

“makasih yaa, neng..hehehe”, Untung mengelus-elus kepala Bella. Begitu puas rasanya melihat wajah gadis semanis Bella belepotan sperma, dalam otak Untung.

“nah neng..sekarang gantian…wehehe…”. Jaka sudah mengarahkan ‘rudal’nya ke satu-satunya ‘sasaran’ yang ada, sasarannya tak lain dan tak bukan adalah selangkangan Bella yang sudah terbuka begitu lebar seolah sudah siap menerima ‘pengunjung’ berikutnya.

Senti demi senti penis Jaka menyeruak masuk ke dalam liang kewanitaan Bella. Sama seperti Untung, Jaka juga keenakan merasakan penisnya seperti ‘digigit’ dengan kuat.

“ini baru memeekkkk !!!”, teriak Jaka.

“manteb kan memeknya neng Bella, Jak ?”.

“mantaab, kontol gue kayak disedot masuk…OOOHH !!!”.

Begitu Jaka mulai menggerakkan ‘tongkat sodok’nya keluar masuk rahim Bella, Bella langsung melingkarkan kedua kakinya di pinggang Jaka seperti sebelumnya saat dia dipompa Untung. Sambil asik menggenjot vagina Bella, Jaka pun meremas-remas payudara Bella.

Bella sempat menutup matanya untuk meresapi kenikmatan kelaminnya yang sedang diaduk-aduk Jaka, tapi ketika Bella membuka matanya lagi, pandangan matanya terhalang oleh kantung zakar dan batang penis, dan juga bau apek tercium di hidung Bella.

“neng Bella…”. Bella melihat ke atas, ternyata punya Supri. Tanpa ragu-ragu, Bella langsung mengoral kelamin Supri.

“emmm…uummmm…”, Bella terlihat begitu menikmati ‘senapan’ Supri.

Tak ubahnya bagai anak kecil yang sedang mengulum lolipop, Bella asik sekali menjilati batang kejantanan Supri. Sodokan-sodokan Jaka membuat Bella semakin menggila. Supri pun sampai merem melek keenakan menerima sapuan lidah Bella. Sementara itu, Untung sudah memakai celana kembali, tersenyum melihat 2 temannya menggarap wanita cantik yang sudah disetubuhinya duluan. Jaka asik mengait vagina Bella dengan penisnya sambil terus memainkan klitoris Bella.

“oopp ooppp neng…”, Supri tak mau ‘keluar’ sekarang. Supri pun menarik penisnya dari mulut Bella, tapi kesusahan karena mulut Bella mengatup batangnya dengan rapat seperti penisnya tersangkut di mulut Bella.

“aampuun neng…uu..udaah neng…”, Supri sampai minta ampun karena Bella terus ‘mengerjai’ penisnya.

Bella membuka mulutnya dan Supri langsung menarik tongkat pancingnya.

“neng Bella suka ama kontolnya Supri ya ? hahahaha !!”, ledek Untung.

Mendengar ejekan Untung, Bella tak bereaksi apa-apa karena terlalu terbuai dengan sentakan-sentakan penis Jaka yang menyundul-nyundul pangkal rahimnya. Tubuh Bella semakin berpeluh keringat, semakin banyak pasir yang menempel di sana-sini pada tubuh Bella.

“uuummmhhhhhh !!! mmmmmnnnhhh !!! ooohhhhhh oohhhhh aaahhhhh !!!!”.

Desahan, rintihan, lirihan, dan erangan Bella semakin menjadi-jadi ketika tusukan-tusukan Jaka semakin cepat dan bertenaga.

“UUUUNNGGHHH !!! NEENG INTAAANNN !!!!”, erang Jaka buru-buru mengeluarkan burungnya dan mengarahkannya ke payudara Bella. Tak perlu waktu lama, gumpalan daging kembar milik Bella pun sudah berhiaskan cairan berwarna putih yang kental dan lengket.

“neng…masih ada sisanya nih..hehehe…”.

Bella pun dengan seksama ‘membersihkan’ penis Jaka lalu meratakan sperma ke seluruh payudaranya, sama seperti sebelumnya, sperma Untung sudah diratakan Bella ke seluruh pelosok wajahnya. Bella masih mengangkang dengan lebar, vaginanya seperti meminta untuk ‘diterjang’ benda tumpul lagi. Bella merasa gairah dan hawa nafsu terus mengalir di dalam darahnya.

Bagi Bella yang memang seorang eksibisionis sejati, berada di luar ruangan seperti pantai, hutan, dan lainnya memang membangkitkan gairah apalagi saat ini dia telanjang bulat dengan 3 lelaki yang menggilir vaginanya dengan semangat. Supri sudah berada di depan selangkangan Bella yang terbuka lebar. Supri menaruh kedua betis Bella di bahunya dan memulai proses injeksi terhadap alat kelamin Bella.

“hhheemmhhh…”. Dengan sigap, bibir kemaluan Bella melebar untuk memberikan ruang bagi ‘tongkat’ Supri agar bisa masuk semakin dalam.

Vagina Bella terus melahap benda asing yang menginvasinya senti demi senti sampai seluruhnya telah tertelan ke dalam ruang hangat dan sempit yang ada di dalam vagina Bella. Sambil memandang batang kejantanannya telah tertanam dengan sangat kokoh di dalam rahim Bella, Supri mengusap-usap bibir bagian atas dari vagina Bella dan sesekali memencet-mencet klitoris Bella. Supri menarik penisnya dengan sangat perlahan sampai tinggal kepalanya saja yang masih ada di dalam liang kewanitaan Bella. Tarikan perlahan memberikan sensasi tersendiri. Supri mendorong penisnya masuk ke dalam lagi juga dengan sangat perlahan.

“hhhhh uuummmmmhhhhhh…”, desahan lembut keluar dari mulut Bella dengan suara yang lemah.

Gerakan penis Supri yang begitu lembut dan perlahan memberikan sensasi tersendiri bagi Bella. Supri membungkuk sehingga kaki Bella pun longsor ke bawah lagi dan langsung melingkar di pinggang Supri untuk menjepitnya agar tidak kemana-mana.

“mmmmmffhhh heemmm ccpphhh cccpphhh…”. Keduanya bercumbu dengan begitu dahsyat dan begitu bernafsu.

Tak ada yang mau mengalah, Bella dan Supri sama-sama saling pagut, saling lumat, saling hisap bibir satu sama lain. Mereka berdua tak henti-hentinya saling mengadu lidah. Keduanya begitu meresapi percumbuan yang sedang terjadi, pelukan mereka juga semakin erat, tak ada yang mau menyudahi ciuman mereka. Bella membuka matanya dan beradu tatapan dengan Supri.

Tidak hanya tatapan nafsu yang terpancar dari sinar mata Supri, tapi juga tatapan lembut dan kasih sayang yang ditangkap oleh mata Bella. Andai aja udah kenal dari dulu, pasti gue udah jadiin bini, pikir Supri. Pak Supri, I LOVE YOU, kata Bella dalam hati. Terjadi pertukaran emosional antara dua insan itu. Pertukaran emosional yang biasanya hanya terjadi antara 2 manusia yang saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi, kini sedang dialami Bella dan Supri yang baru kenal.

Jalinan emosional antara keduanya tercipta bukan hanya dari tatapan mata keduanya, tapi juga dari ciuman panas mereka yang begitu bergairah dan yang semakin memperkuat jalinan itu adalah alat kelamin mereka berdua yang menyatu, penis Supri mengait kencang rahim Bella sementara vagina Bella pun menggigit erat penis Supri. Supri mengangkat tubuh Bella sehingga Bella seperti sedang menduduki penis Supri.

“neng Bella…”.

“Pak Supri…”. Keduanya saling mendesahkan nama satu sama lain lalu sama-sama tersenyum penuh arti.

Bella mengalungkan kedua tangannya ke leher Supri. Bella menutup mata dan memajukan bibirnya seperti mengajak atau lebih tepatnya mengundang Supri untuk mencumbunya lagi. Kesempatan itu tak disia-siakan Supri yang langsung menyambar bibir Bella yang lembut. Supri asik sekali menyantap bibir Bella seperti bibir istrinya sendiri.

“gileee..si Supri jago banget..ampe neng Bella pasrah banget gitu..”, komentar Untung.

“iye..enak banget tuh si Supri…”. Ada sedikit rasa iri dan cemburu melihat Supri yang dilayani Bella dengan sepenuh hati.

Keduanya terlihat sangat mesra dan serasi. Bella melepas ciuman dan mulai bergerak untuk mengocok batang Supri yang sedang mendiami liang vaginanya. Nafas Bella semakin memburu, sesekali Bella diam agar Supri bisa ‘menyusu’ kepadanya. Kedua tangan Supri menampung dan meremas-remas bongkahan pantat Bella. Supri memperhatikan Bella mulai kecape’an sehingga dia kembali menelentangkan Bella seperti sebelumnya dan mulai mencekoki vagina Bella lagi.

“teruussshh Paakhh…ooohhhh…uuummmhhh…”. Keduanya terbuai dalam kenikmatan yang tak berujung seiring alat kelamin mereka yang terus bertubrukkan.

Supri mulai memacu dengan kecepatan maksimal, nafasnya memburu bagai orang berlari.

“hhh…neenngghhh !!! ooohhhh uuuhhhh eeerrrnnhhh”. Matahari semakin meninggi, menyinari Supri dan Bella yang sudah ‘panas’ dari tadi.

“cllkk cllkk cllkk cllkk”, semakin cepat bunyi kecipak air.

“OOOGGGHHHH !!!!”, erang Supri menyemburkan ‘lahar’nya yang putih dan panas itu ke perut Bella.

Supri tidak memegang penisnya karena Bella sendirilah yang memegangi penis Supri. Supri memandangi wajah Bella yang kelihatan begitu kelelahan namun terpuaskan, Bella menampakkan senyum di wajahnya. Supri merasa puas sekali karena telah menuntaskan hajatnya dari kemarin, merasakan nikmatnya ‘surga kecil’ milik Bella. Dengan bertumpu pada lutut, Supri mendekati wajah Bella. Bella pun langsung menyambar penis Supri bagai ikan yang menemukan kail favoritnya.

“nnmmmmm…mmmmmm…”. Bella begitu meresapi mengulum penis Supri.

Lidahnya menggelitiki lubang kencing Supri, mengais sisa-sisa sperma yang ada di dalamnya. Bella mengemuti ujung ‘tombak’ Supri yang berwarna merah muda itu terus menerus. Tubuh Supri gemetar, rasa enak mulai berubah jadi rasa ngilu, tapi Supri enggan menghentikan Bella yang kelihatan asik sekali. Bella pun menyadari kalau Supri sudah merasa tidak nyaman.

Bella pun menciumi batang Supri beberapa kali dan melayangkan ciuman yang sangat mesra ke zakar Supri seolah berterima kasih karena telah membantunya mencapai puncak kenikmatan. Bella meratakan sperma yang ada di perutnya dan meluruskan kedua kakinya setelah lama terbuka lebar dan menatap ke langit, mengistirahatkan tubuh dan jiwanya sambil merasa begitu bebas, tak ada beban.

“neng Bella ?”.

“eh iya, Pak Jaka ?”. Bella membuka matanya dan melihat Jaka, Untung, dan Supri berdiri mengelilinginya. Bella pun duduk ditemani 3 pria itu.

“neng Bella gak marah kan tadi kita entotin ?”.

“nggak apa-apa kok…”, jawab Bella tersenyum.

Bella jadi merasa aneh, tadi 3 pria itu begitu kasar dan beringas memperkosanya, tapi sekarang mereka jadi sopan. Jaka mengumpulkan sedikit kayu dan membakarnya dengan korek api yang dibawa Untung. Supri mengambil 4 ikan. Mereka pun makan bersama-sama sambil mengobrol.

3 nelayan itu kembali melaut karena ikan yang ditangkap kurang banyak sementara Bella tetap di pulau itu. Merasa bosan sendirian, Bella pun memutuskan untuk melakukan kegiatan favoritnya yaitu berenang tanpa busana. Bella memang suka berenang tanpa mengenakan apa pun di kolam renang rumahnya, tapi tak pernah dia berenang tanpa busana di laut lepas sehingga dia berenang dengan semangat.

“berenang nih neng ?”.

“iya nih…kok udah balik lagi, Pak ? gak ada ikan ?”.

“ada..malah dapet lebih banyak nih neng…”.

“wah..bagus donk…kalo gitu sekarang pulang kan ?”.

“iyaa..ayo neng naek…”. Dengan bantuan Supri, Bella pun naik ke atas perahu.

Spontan, 3 pria itu menelan ludah, tak ada yang mengedipkan mata mendapat pemandangan yang begitu menakjubkan. Tubuh Bella terlihat berkemilauan, bulir-bulir air yang membasahi tubuhnya dan juga menuruni setiap lekuk tubuhnya ditambah sinar matahari membuat keseksian tubuh Bella menjadi semakin erotis dan sensual.

“neng Bella..”.

“iya, Pak ?”, jawab Bella sambil membetulkan rambutnya yang basah.

“ngeliat neng basah-basahan..Bapak jadi pengen lagi..hehe..”.

“iya, neng…sekali lagi sebelom pulang donk..hehe…”.

“mm…”. Bella mengangguk sambil tersenyum.

Jaka, Untung, dan Supri pun menggumuli Bella di pinggir pantai lagi, tapi kali ini mereka bertiga ‘menyerang’ Bella sekaligus. Supri menumpahkan maninya ke wajah Bella, sedangkan Jaka ‘mentato’ payudara kiri Bella dengan spermanya, dan payudara kanan Bella dihias oleh Untung. Tanpa mengelap sperma 3 orang itu, Bella pun naik perahu. Bella tetap bertelanjang ria selama berlayar pulang sehingga tak heran payudara dan pantatnya menjadi ‘sasaran empuk’ bagi tangan-tangan jail Supri, Jaka, dan Untung. Vagina dan pantat Bella pun sesekali dikobel dan dikorek oleh 3 nelayan itu. Perahu beberapa kali berhenti karena Jaka, Untung, dan Supri ingin melepaskan dahaga akan rasa vagina Bella. Bella pun dengan senang hati menyediakan vaginanya untuk digerogoti 3 nelayan yang sudah tua dan jelek itu.

“celana saya mana, Pak ?”, tanya Bella ketika sudah agak dekat dengan pinggir pantai.

“ini neng…”.

“baju saya robek ya, Pak ?”.

“iya neng..mending neng pake baju Bapak dulu…”, ujar Jaka melepas bajunya.

“tapi ntar ketahuan ama istrinya Pak Supri…”.

“ntar biar Bapak pulang duluan, ambil baju neng Bella…neng Bella pake baju aja dulu sambil ntar nunggu di perahu..”.

“oh iya yaa, yaudah, Pak Jaka…saya minjem bajunya yaa..”.

“iya, neng..silahkan…”. Perahu itu berlabuh di tepi pantai.

“Pak..ambilin bajunya yang warna putih juga…”, pesan Bella.

“iya, neng…”. Supri pun kembali dengan sehelai baju Bella.

“nih neng bajunya…”.

“makasih, Pak…tolong ditutupin dong, Pak…”.

“tenang neng…”. Jaka dan Untung merapat untuk menutupi Bella yang berganti pakaian.

“Pak Jaka..Pak Untung..saya pulang dulu yaa…”.

“neng Bella besok ikut lagi kan ?”.

“iyaa, Pak…”.

“hehe…asiik..”. Bella pun tersenyum.

“mari, Pak…”. Bella dan Supri pun kembali ke rumah dan berhasil mengelabui Juju, Indah, dan Didit dengan sikap biasa seperti tak terjadi apa-apa.

Keesokan paginya, Bella agak terkejut saat keluar kamar mandi karena Supri sudah menunggu di depan pintu wc.

“ayok neng Bella…”.

“bentar ya, Pak…saya ambil handycam dulu…”.

“ayu, Pak…”, ajak Bella. Bella dan tiga nelayan itu pun kembali melaut. Bella pun diam saja sambil tersenyum saat Jaka dan Untung bekerja sama melucuti pakaiannya saat sudah agak menjauh dari pantai.

Dengan petunjuk Bella, Jaka bisa menggunakan handycam untuk merekam Bella dan Untung. Latar belakang laut lepas dan dua karakter yang begitu kontras dimana sang lelaki alias

Untung yang masih berpakaian lengkap memeluk Bella yang telanjang bulat dari belakang membuat pemandangan yang direkam Jaka seperti film erotis sensual.

Bertambah erotis saat Bella memejamkan matanya dan mendesah lembut, kelihatan begitu menikmati dan meresapi sentuhan-sentuhan dan rangsangan-rangsangan dari Untung. Bella dan Untung terlihat seperti sepasang suami istri yang baru menikah. Bella kelihatan seperti istri yang sangat mencintai suaminya sampai mau bugil di alam terbuka.

Untung pun kelihatan seperti suami yang sedang nafsu-nafsunya menikmati setiap jengkal dari tubuh istrinya. Jaka, Untung, dan Supri pun bergantian menggerayangi tubuh Bella dan bergantian merekam dengan handycam. Begitulah kegiatan Bella setiap hari, menjadi putri duyung di atas perahu yang harus telanjang bulat dan menjadi ‘sasaran’ 3 nelayan itu.

Tapi, Bella melakukannya dengan senang hati karena bersama Jaka, Supri, dan Untung, semua fantasi liarnya terwujud. Bertelanjang ria di laut lepas, disetubuhi di atas perahu, di pantai, dan di hutan yang ada di pulau favorit mereka berempat adalah fantasi liar Bella yang baru kali ini terwujud dan semuanya terekam di dalam handycam Bella. Semua pengalaman liar yang akan ditunjukkan Bella ke Lina, Moniq, dan Riri.

Kegilaan dan Obsesi Pada Penis Muda
Cerita Binal Dewasa
Kegilaan dan Obsesi Pada Penis Muda

Kegilaan dan Obsesi Pada Penis Muda – Semenjak persetubuhan liarku dengan Indun di acara keberangkatan Ibunya, aktivitas seksual kami semakin intens dan menjadi. Dengan dalih mengantarkan makanan ke rumah Indun yang saat itu tinggal seorang diri di rumahnya. Berkali-kali kami melakukannya. Seluruh penjuru rumahnya telah menjadi saksi biksu aksi terlarang …

TANTE SARI
Cerita Binal Dewasa
Tante Sari

Tante Sari – Tinggiku 175 cm jadi mudah untuk menggaet cewek di sekolahku, aku lahir di Canada saat aku umur 7 tahun karena papaku di tugasi di Jakarta jadinya aku ikut papa dari kecil ke Jakarta awalnya aku tidak tahu dan bagiku Jakarta asing tapi lama kelamaan jadi terbiasa. Terus …

Cerita Sex Kuperkosa Adikq yang Nakal
Cerita Binal Dewasa
Cerita Sex Kuperkosa Adikq yang Nakal

Cerita Sex Kuperkosa Adikq yang Nakal – Nama saya adalah Tohir, seorang anak smu yang doyan banget nge-seks dan jilatin memek seorang cewek. Aq punya adik cewek yang namanya Fina angelina. Aku dan adikku adalah anak orang kaya. Jika aku kelas 3 Smu, fina adikku saat ini duduk di kelas …

Agen Judi Deposit 50 Ribu