Sex Pertama Kali Dengan Sekretaris
Cerita Binal Dewasa

Aku mendapat kisah yang asyk dan tak bisa terlupakan padahal kisah itu terjadi kira kira 1 tahun yang lalu tapi rasanya baru kemarin Aku rasakan, cerita ini berkisah tentang istri dari uncleku dimana uncleku baru saja melangsungkan pernikahannya walaupun bisa dikata telat, karena umurnya suah rada tua.

Uncleku terbilang orang sukses karena dalam bisnisnya lancar semua, mungkin sebab itu uncleku sibuk ke bisnisnya sampai lupa pendamping hidupnya, sudah disarankan kepada keluarganya dan dipilihakn wanita tapi selalu saja ada pertimbangan yang khusus dari uncle sendiri, minta ini minta itu dan pada suatu saat uncle membawa wanita yang sangat cantik.

Namanya Sinta seperti namanya dia juga cantik, tak cantik pula dia juga supel kepada kami, dia berusia 27 tahun dan saat itu ia bekerja sebagai sekretaris di perusahaan teman uncleku itu.

Kemudian kami bercakap-cakap, ternyata Sinta memang enak untuk diajak ngobrol. Dan Aku melihat sepertinya uncleku tertarik sekali dengannya, karena Aku tahu matanya tidak pernah lepas memandang wajah Sinta.

Tapi tidak demikian halnya dengan Sinta. Ia lebih sering memandangku, terutama ketika Aku berbicara Sex Pertama Kali Dengan Sekretaris, tatapannya dalam sekali, seolah-olah dapat menembus pikiranku. Aku mulai berpikir jangan-jangan Sinta lebih menyukaiku.

Tapi Aku tidak dapat berharap banyak, soalnya bukan Aku yang hendak dijodohkan. Tapi Aku tetap saja memandangnya ketika ia sedang berbicara, kupandangi dari ujung rambut ke kaki, rambutnya panjang seperti gadis di iklan sampo, kulitnya putih bersih, kakinya juga putih mulus, tapi sepertinya dadanya agak rata, tapi Aku tidak terlalu memikirkannya.

Tidak terasa hari sudah mulai malam. Kemudian sebkamum mereka pulang, uncleku mentraktir mereka makan di sebuah restoran chinese food di dekat rumahnya di daerah Sunter. Ketika sampai di restorant tersebut, Aku langsung pergi ke wc dulu karena Aku sudah kebelet. Sebkamum Aku menutup pintu, tiba-tiba ada tangan yang menahan pintu tersebut. Ternyata adalah Sinta.

“Eh, ada apa Sin?”

“Enggak, Aku pengen kasih kartu nama Aku, besok jangan lupa telpon Aku, ada yang mau Aku omongin, oke?”

“Kenapa enggak sekarang aja?”

“Jangan, ada uncle kamu, pokoknya besok jangan lupa.”

Setelah acara makan malam itu, Aku pun pulang ke rumah dengan seribu satu pertanyaan di otakku, apa yang mau diomongin sama Sinta sih. Tapi Aku tidak mau pikir panjang lagi, lagipula nanti Aku bisa-bisa susah tidur, soalnya kan besok harus masuk kerja.

Besoknya saat istirahat makan siang, Aku meneleponnya dan bertanya langsung padanya.

“Eh, apa sih yang mau kamu omongin, Aku penasaran banget?”

“Eeee, penasaran ya, Pen?”

“Iya lah, ayo dong buruan!”

“Eh, slow aja lagi, napsu amet sih kamu.”

“Baru tahu yah, napsu Aku emang tinggi.”

“Napsu yang mana nih?” Sinta sepertinya memancingku.

“Napsu makan dong, Aku kan bkamum sempat makan siang!”

Aku sempat emosi juga rasanya, sepertinya ia tidak tahu Aku ini orang yang sangat menghargai waktu, terutama jam makan siang, soalnya Aku sambil makan dapat sekaligus main internet di tempat kerjAku, karena saat itu pasti bosku pergi makan kkamuar, jadi Aku bebas surfing di internet, gratis lagi.

“Yah udah, Aku cuma mau bilang bisa enggak kamu ke apartment Aku sore ini abis pulang kerja, soalnya Aku pengen ngobrol banyak sama kamu.”

Aku tidak habis pikir, nih orang kenapa tidak bilang kemarin saja.

Lalu katAku, “Kenapa enggak kemarin aja bilangnya?”

“Karena Aku mau kasih surprise buat kamu.” katanya manja.

“Ala, gitu aja pake surprise segala, yah udah entar Aku ke tempat kamu, kira-kira jam 6, alamat kamu di mana?”

Lalu Sinta bilang, “Nih catet yah, apartment XXX (edited), lantai XX (edited), pintu no. XXX (edited), jangan lupa yah!””Oke deh, tunggu aja nanti, bye!”

“Bye-bye Pen.”

Setelah telepon terputus, lalu Aku mulai membayangkan apa yang akan dibicarakan, lalu pikiran nakalku mulai bekerja. Apa bisa Aku menyentuhnya nanti, tetapi langsung Aku berpikir tentang uncleku, bagaimana kalau nanti ketahuan, pasti tidak enak dengan uncleku. Lalu Aku pun mulai tenggelam dalam kesibukan pekerjaanku.

Tidak lama pun waktu sudah menunjukkan pukul 17.00, sudah waktunya nih, pikirku. Lalu Aku pun mulai mengendarai motorku ke tempatnya. Lumayan dekat dari tempat kerjAku di Roxymas. Sesampainya di sana, Aku pun langsung menaiki lift ke lantai yang diberitahukan. Begitu sampai di lantai tersebut, Aku pun langsung melihatnya sedang membuka pintu ruanganya.

Langsung saja kutepuk pundaknya, “Hai, baru sampe yah, Sin..”

Sinta tersentak kaget, “Wah Aku kira siapa, pake tepuk segala.”

“Kamu khan kasih surprise buat Aku, jadi Aku juga mesti kasih surprise juga buat kamu.”

Lalu ia mencubit lenganku, “Nakal kamu yah, awas nanti!”

Kujawab saja, “Siapa Takut, emang Aku pikirin!”

“Ayo masuk Pen, santai aja, anggap aja rumah sendiri.” katanya setelah pintunya terbuka.

Ketika Aku masuk, Aku langsung terpana dengan apa yang ada di dalamnya, kulihat temboknya berbeda dengan tembok rumah orang-orang pada umumnya, temboknya dilukis dengan gambar-gambar pemandangan di luar negeri. Dia sepertinya orang yang berjiwa seniman, pikirku. Tapi hebat juga kalau cuma kerja sebagai sekretaris mampu menyewa apartment. Jangan-jangan ini cewek simpanan, pikirku.

Sambil Aku berkeliling, Sinta berkata, “Mau minum apa Pen?”

“Apa saja lah, asal bukan racun.” katAku bercanda.

“Oh, kalau gitu nanti saya campurin obat tidur deh.” kata Sinta sambil tertawa.

Sementara ia sedang membuat minuman, matAku secara tidak sengaja tertuju pada rak VCD-nya, ketika kulihat satu persatu, ternyata lebih banyak film yang berbau porno. Aku tidak sadar ketika ia sudah kembali, tahu-tahu ia nyeletuk, “Pen, kalo kamu mau lihat tv, setel aja langsung..!”

Daftar Agen Judi Terpercaya

Aku tersentak ketika ia ngomong seperti itu, lalu kubilang, “Apa Aku enggak salah denger nih..?”

Lalu katanya, “Kalo kamu merasa salah denger, yah Aku setelin aja sekarang deh..!”

Lalu ia pun mengambil sembarang film kemudian disetelnya. Wah, gila juga nih cewek, pikirku, apa ia tidak tahu kalau Aku ini laki-laki, baru kenal sehari saja, sudah seberani ini.

“Duduk sini Pen, jangan bengong aja, khan udah Aku bilang anggap aja rumah sendiri..!” kata Sinta sambil menepuk sofa menyuruhku duduk.

Kemudian Aku pun duduk dan lihat tv Sex Pertama Kali Dengan Sekretaris di sampingnya, agak lama kami terdiam menyaksikan film panas itu, sampai akhirnya Aku pun buka mulut, “Eh Sin, tadi di telpon kamu bilang mau ngomong sesuatu, apa sih yang mau kamu ngomongin..?”

Sinta tidak langsung ngomong, tapi ia kemudian menggenggam jemariku, Aku tidak menyangka akan tindakannya itu, tapi Aku pun tidak berusaha untuk melepaskannya.

Agak lama kemudian baru ia ngomong, pelan sekali, “Kamu tau Pen, sejak kemarin bertemu, kayaknya Aku merasa pengen menatap kamu terus, ngobrol terus. Pen, Aku suka sama kamu.”

“Tapi khan kemarin kamu dikenalkan ke Uncle Aku, apa kamu enggak merasa kalo kamu itu dijodohin ke Uncle Aku, apa kamu enggak lihat reaksi Uncle Aku ke kamu..?”

“Iya, tapi Aku enggak mau dijodohin sama Uncle kamu, soalnya umurnya aja beda jauh, Aku pikir-pikir, kenapa hari itu bukannya kamu aja yang dijodohin ke Aku..?” kata Sinta sambil mendesah.

Aku pun menjawab, “Aku sebenarnya juga suka sama kamu, tapi Aku enggak enak sama Uncle Aku, entar dikiranya Aku kurang ajar sama yang lebih tua.”

Sinta diam saja, demikian juga Aku, sementara itu film semakin bertambah panas, tapi Sinta tidak melepaskan genggamannya.

Lalu secara tidak sadar otak pornoku mulai bekerja, soalnya kupikir sekarang kan tidak ada orang lain ini. Lalu mulai kuusap-usap tangannya, lalu ia menoleh padAku, kutatap matanya dalam-dalam, sambil berkata dengan pelan, “Sinta, Aku cinta kamu.”

Ia tidak menjawab, tapi memejamkan matanya. Kupikir ini saatnya, lalu pelan-pelan kukecup bibirnya sambil lidahku menerobos bertemu lidahnya. Sinta pun lalu membalasnya sambil memkamukku erat-erat.

Tanganku tidak tinggal diam berusaha untuk meraba-raba buah dadanya, ternyata agak besar juga, walaupun tidak sebesar punyanya bintang film porno. Sinta menggeliat seperti cacing kepanasan, mendesah-desah menikmati rangsangan yang diterima pada buah dadanya.

Kemudian Aku berusaha membuka satu persatu kancing bajunya, lalu kuremas-remas pSintadara yang masih terbungkus BRA itu.

“Aaaaahhh, buka aja BH-nya Pen, cepat.., oohh..!”

Kucari-cari pengaitnya di belakang, lalu kubuka. Wah, ternyata lumayan juga, masih padat dan kencang, walaupun tidak begitu besar. Langsung kusedot-sedot putingnya seperti anak bayi kehausan.

“Esshh.. ouww.. aduhh.. Pen.. nikmat sekali lidahmu.., teruss..!”

Setelah bosan dengan pSintadaranya, lalu kubuka skamuruh pakaiannya sampai bugil total. Ia juga tidak mau kalah, lalu melepaskan semua yang kukenakan. Untuk sesaat kami saling berpandangan mengagumi keindahan masing-masing. Lalu ia menarik tanganku menuju ke kamarnya, tapi Aku melepaskan pegangannya lalu menggendongnya dengan kedua tanganku.

“Aouww Pen, kamu romantis sekali..!” katanya sambil kedua tangannya menggelSintat manja melingkari leherku.

Kemudian kuletakkan Sinta pelan-pelan di atas ranjangnya, lalu Aku menindih tubuhnya dari atas, untuk sesaat mulut kami saling pagut memagut dengan mesranya sambil berpkamukan erat. Lalu mulutku mulai turun ke buah dadanya, kujilat-jilat dengan lembut, Sinta mendesah-desah nikmat. Tidak lama Aku bermain di dadanya, mulutku pelan-pelan mulai menjilati turun ke perutnya, Sinta menggeliat kegelian.

“Aduh Pen, kamu ngerjain Aku yah, awas kamu nanti..!”

“Tapi kamu suka khan? Geli-geli nikmat..!”

“Udah ah, jilati aja memek Aku Pen..!”

“Oke boss.., siap laksanakan perintah..!”

Langsung saja kubuka paha lebar-lebar, tanpa menunggu lagi langsung saja kujilat-jilat klitorisnya yang sebesar kacang kedele. Sinta menggoyang-goyangkan pinggulnya dengan liar seakan-akan tidak mau kalah dengan permainan lidahku ini.

“Oohh esshhh aaouuw uuhh teeruss.., lebih dalemm, oohhh.. nikmat sekali..!”

Agak lama juga Aku bermain di klitorisnya sampai-sampai terlihat banjir di sekitar vaginanya.

“Pen, masukkin aja titit kamu ke lobang Aku, Aku udah enggak tahan lagi..!”

Dengan segera kuposisikan diriku untuk menembus kemaluannya, tapi ketika kutekan ujung penisku, ternyata tidak mau masuk. Aku baru tahu ternyata dia masih perawan.

“Sinta, apa kamu tidak menyesal perawan kamu Aku tembus..?”

“Pen, Aku rela kalau kamu yang ngambil perawan Aku, bagi Aku di dunia ini cuma ada kita berdua aja.”

Tanpa ragu-ragu lagi langsung kutusuk penisku dengan kuat, rasanya seperti ada sesuatu yang robek, mungkin itu perawannya, pikirku.

“Aduh sakit Pen, tahan dulu..!” katanya menahan sakit.

Aku pun diam sejenak, lalu kucium mulutnya untuk meredakan rasa sakitnya. Beberapa menit kemudian ia terangsang lagi, lalu tanpa buang waktu lagi kutekan pantatku sehingga batang kemaluanku masuk semuanya ke dalam lubangnya.

“Pelan-pelan Pen, masih sakit nih..!” katanya meringis.

Kugoyangkan pinggulku pelan-pelan, lama kelamaan kulihat dia mulai terangsang lagi. Lalu gerakanku mulai kupercepat sambil menyedot-nyedot puting susunya. Kulihat Sinta sangat menikmati sekali permainan ini.

Tidak lama kemudian ia mengejang, “Pen, aa.. Akuu.. mau kkamuarr.., teruss.. terus.., aahh..!”

Aku pun mulai merasakan hal yang sama, “Sin, Aku juga mau kkamuar, di dalam atau di luar..?”

“Kkamuarin di dalem aja Sayang… ohhh.. aahh..!” katanya sambil kedua pahanya mulai dijepitkan pada pinggangku dan terus menggoyangkan pantatnya.

Tiba-tiba dia menjerit histeris, “Oohh… sshh… sshh… sshh…”

Ternyata dia sudah kkamuar, Aku terus menggenjot pantatku semakin cepat dan keras hingga menyentuh ke dasar liang senggamanya.

“Sshh.. aahh..” dan, “Aagghh.. crett.. crett.. creet..!”

Kutekan pantatku hingga batang kejantananku menempel ke dasar liang kenikmatannya, dan kkamuarlah spermAku ke dalam liang surganya.

Saat terakhir air maniku kkamuar, Aku pun merasa lemas. Walaupun dalam keadaan lemas, tidak kucabut batang kemaluanku dari liangnya, melainkan menaikkan lagi kedua pahanya hingga dengan jelas Aku dapat melihat bagaimana rudalku masuk ke dalam sarangnya yang dikelilingi oleh bulu kemaluannya yang menggoda. Kubelai bulu-bulu itu sambil sesekali menyentuh klitorisnya.

“Sshh.. aahh..!” hanya desisan saja yang menjadi jawaban atas perlAkuanku itu.

Setelah itu kami berdua sama-sama lemas. Kami saling berpkamukan selama kira-kira satu jam sambil meraba-raba.

Lalu ia berkata kepadAku, “Pen, mudah-mudahan kita bisa bersatu seperti ini Pen, Aku sangat sayang pada kamu.”

Aku diam sejenak, lalu kubilang begini, “Aku juga sayang kamu, tapi kamu mesti janji tidak boleh meladeni uncle Aku kalo dia nyari-nyari kamu.”

“Oke bossss, siap laksanakan perintah..!” katanya sambil memkamukku lebih erat.

Sejak saat itu, kami menjadi sangat lengket, tiap malam minggu selalu kami bertingkah seperti suami istri. Tidak hanya di apartmentnya, kadang Aku datang ke tempat kerjanya dan melAkukannya bersama di WC, tentu saja setelah semua orang sudah pulang.

Kadang ia juga ke tempat kerjAku untuk minta jatahnya. Katanya uncleku sudah tidak pernah mencarinya lagi, soalnya tiap kali Sinta ditelpon, yang menjawabnya adalah mesin penjawabnya, lalu tak pernah dibalas Sinta, mungkin akhirnya uncleku jadi bosan sendiri.

Aku Dengan Calon Istri Uncleku sering jalan-jalan ke Mal-Mal, untungnya tidak pernah bertemu dengan uncleku itu. Sampai saat ini Aku masih jalan bersama, tapi ketika kutanya sampai kapan mau begini, ia tidak menjawabnya. Aku ingin sekali menikahinya, tapi sepertinya ia bukan tipe cewek yang ingin punya kkamuarga. Tapi lama-lama kupikir, tidak apalah, yang penting Aku dapat enaknya juga.

Kegilaan dan Obsesi Pada Penis Muda
Cerita Binal Dewasa
Kegilaan dan Obsesi Pada Penis Muda

Kegilaan dan Obsesi Pada Penis Muda – Semenjak persetubuhan liarku dengan Indun di acara keberangkatan Ibunya, aktivitas seksual kami semakin intens dan menjadi. Dengan dalih mengantarkan makanan ke rumah Indun yang saat itu tinggal seorang diri di rumahnya. Berkali-kali kami melakukannya. Seluruh penjuru rumahnya telah menjadi saksi biksu aksi terlarang …

TANTE SARI
Cerita Binal Dewasa
Tante Sari

Tante Sari – Tinggiku 175 cm jadi mudah untuk menggaet cewek di sekolahku, aku lahir di Canada saat aku umur 7 tahun karena papaku di tugasi di Jakarta jadinya aku ikut papa dari kecil ke Jakarta awalnya aku tidak tahu dan bagiku Jakarta asing tapi lama kelamaan jadi terbiasa. Terus …

Cerita Sex Kuperkosa Adikq yang Nakal
Cerita Binal Dewasa
Cerita Sex Kuperkosa Adikq yang Nakal

Cerita Sex Kuperkosa Adikq yang Nakal – Nama saya adalah Tohir, seorang anak smu yang doyan banget nge-seks dan jilatin memek seorang cewek. Aq punya adik cewek yang namanya Fina angelina. Aku dan adikku adalah anak orang kaya. Jika aku kelas 3 Smu, fina adikku saat ini duduk di kelas …

Agen Judi Deposit 50 Ribu